Akibat Pemukulan, Winda Adukan PT Sinar Logas Sambas Ke Kantor Disnakertrans

0

SOEARA KEADILAN NEWS

Sambas, Kalbar// Banyak anak di bawah umur yang bekerja dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Anak-anak bekerja karena kesulitan ekonomi orang tua. Selain kemiskinan, pendidikan juga menjadi faktor penyebab munculnya pekerja anak. 

Seperti yang di alami ibu Winda saat diwawancarai awak media di kantor Disnakertrans kabupaten Sambas hari ini Senin 6 mei 2024, “anaknya yang bernama Radit April Fitriansyah yang Berumur 15 tahun sekitar tanggal 4 Nopember 2023 turun dari rumah menuju Desa Mensere, kecamatsn tebas Kalimantan Barat.”

“Tanggal 6 November 2023 anak saya Radit bersama rombongan di bawa pak Burhan berangkat kerja Kayu di daerah Ketapang lokasi PT.SLS ( Sinar Logas Sambas ) lamanya bekerja 5 bulan, ” kata Winda.

Sambil menangis Winda saat di wawancarai, menyampaikan anaknya di pukul,  diplasah di Proyek kayu sampai cacat.

Winda mengatakan “hari Minggu tepatnya 1 Desember 2023 , empat orang mendatangi Anaknya langsung memukul  Kepala, rahang, mulut, telinga, dada sebelah kanan berkali kali.

Ditambah kan cerita lagi oleh Winda, “di antara mereka berempat ada yang memukul belakang, muka, telinga, rahang dan menginjak nginjak dada korban, tutur,” Winda.

Lanjut Winda “anak saya di kembalikan ke Sambas kira kira tanggal 3 Desember 2023 itupun bukan langsung ke rumah tapi ke  rumah Roman mensere, anak saya di tumpangkan lewat travel dari Ketapang menuju mensere tanpa di dampingi oleh pihak perusahaan.”

“Saya bersama anak saya datang ke
Kantor Disnakertrans, kepala bidang ketenagakerjaan Sambas,  hanya minta Keadilan, pengobatan maupun tanggung jawab dari pihak perusahan PT.Sinar Logas Sambas.”


“Akibat kejadian ini, anak saya Cacat dan Sering Sakit-Sakitan, saya berharap kami dapat perhatian dari pemerintah kabupaten Sambas karena kami orang miskin, hanya berharap ada yang membantu kami untuk Keadilan atas Tanggung jawab Perusahaan Sinar logam Sambas,” Ucap Winda.

Saat Bersamaan Awak media mewawancarai Radit, tapi sangat sangat menyedihkan anak kesayangan ibu Winda ini, dalam keadaan susah bicara, pendengaranya sudah rusak serta sering menyakitkan dadanya akibat di Pukul di Proyek Kayu itu.

Untuk mencari kebenaran Awak media meminta konfirmasi ke kepala bidang  Ketenagakerjaan Disnakertrans Kabupaten Sambas tetapi tidak bisa ditemui, penjelasan salah satu Staf Kabid ketenagakerjaan yang namanya tidak mau di sebutkan, “bapak keluar tidak ada di kantor.”

Tambah Staf tersebut “memang benar ibu Winda melaporkan kasus anaknya, tapi saya bawahan tidak berani untuk menjelaskan ke Awak media,” Sudahinya.

HendraSKN77

Sumber Revie KP

Share and Enjoy !

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *